Minggu, 28 November 2010

Liga Smansa (tugas keterampilan)

ini tugas keterampilanku. coba baca deh.

Nah jadi ya teman teman, saya (aduhai sopan bener) mau cerita tentang Liga Smansa nih. Mohon dibaca sampai habis ya. Kasian kan saya udah buat capek capek masa nda dibaca. Pokoknya sepanjang apapun, sejayus apapun, sebosan apapun, seapa apapun cerita ini, kalian yang kukirimi wajib baca sampai habis! (ngancam).
Liga Smansa itu adalah sebuah pertandingan bola persahabatan (bener ga sih?). Liga Smansa dilaksanakan sebagai rangkaian dari acara HUT Smansa. Yang ini nda usah diterangkan lagi gin, udah pada tau semua kok.
Seperti layaknya sebuah perkumpulan, selalu saja ada yang namanya pamer. Yeah di Liga Smansa ini siswa siswa Smansa dapat mamerin apa yang mereka punya. Mulai dari baju-siapakah-yang-paling-mahal, sepatu-baru-kinclong (yang toh ujung ujungnya kena becek juga), supporter dan lainnya. Bagi siswa dan siswi yang menonton pun ga ketinggalan momen pamer ini, mulai dari memakai baju-aksesoris yang aduhai, bawa kamera (lah jujur deh buat yang ini aku iriii). Sebenarnya bawa kamera ga pamer sih ya, mungkin saja mereka ikut lomba photography gitu kan ya, atau mungkin mereka mau ngeabadiin temannya tanding, atau mau fotoin gebetannya main <3.
Tapi ga semua kelas loh ya ikutan main LS. Ada beberapa kelas yang milih ah-ndausah-main-aja-gin-sekalian-ngirit-uang. Terus ada juga nih yang namanya rekrut rekrutan, emang sih jadi yang direkrut pasti ada gak enaknya. Tapi tak apalah, daripada engga main gitu kan. Enaknya jadi yang direkrut nih ya, semuanya udah dibiayain. Dari baju sampe konsumsi dibayarin bo, nyaman.
Berhubung saya anak sepuluh satu KACUL tertertertersayang :*, saya akan bahas semua secara tajam setajam pisau (apasih). Tanding pertama X1 melawan X9. Walau badai (baca : hujan) menghadang, akhirnya jadi juga tanding (yah awalnya emang ga dibolehin tanding, menciptakan masalah kalo pak Kaseri bilang). Langsung deh seisi kelas X1 belingsatan kesenangan. Soalnya ini tanding pertama di LS pertama.
Ketika tanding, russsuuuuuhhh. Beh, rame lapangan gara gara teriakan anak cewe X1. Hebatnya yah, pada saat itu semua cewe sepertinya megang toa di depan mulutnya, nyaring abisss teriakannya. Sampai sampai segala umpatan dan penghuni kebun binatang keluar semua melewati toa itu tanpa disensor sedikit pun. Hmmm. Dan untuk pertandingan pertama ini hasilnya X1(1-0) X9. Golnya sih sebenarnya dari tendangan pinalti, tapi masa bodo deh, yang penting gol gituloh. Langsung deeeeh, euphoria menyelimuti anakanak X1, dan kesuraman meliputi anak X9. Bahkan saya denger denger (eh bukan denger, tapi melihat) ada anak X9 yang sampai patah tulang dan mau dibawa ke rumah sakit. But, luckily gajadi dibawa fyuuh.
Pertandingan kedua (jrengjreng), X1 melawan XI IPA 3, sudah kelas sebelas, hebat hebat pula anaknya. Tapi semangat pikiran positif dijunjung tinggi. Apasih yang ga bisa? Manusia terbang tanpa alat satupun tuh, baru namanya gabisa. Gol pertama dari anak XI IPA 3. Sebel ngeliatnya . Padahal cewecewe X1 udah nyanyi yel yel segala lagi. Pake double toa juga udah. Anak anak OSIS yang ngeliat aja lebih milih mendukung kita gara gara yel yel nya lucu hahha. Pada putus semua urat malunya, ntar habis tanding LS dipasang lagi uratnya (ah jayus). Hmmm karena saya bingung bagaimana menceritakan kronologi kejadian tendangmenendang bola, kita langsung ke hasil akhirnya saja dan taraaaa XI IPA 3 (3-1) X1. Mengecewakan sih ya, tapi gak papa. Motto kacul tu ‘masih ada kesempatan lainnya’. Kita bakal balas kekalahan di pertandingan kedua ini (muka penuh tekad) !
Pertandingan ketiga! Tambah gaer tambah gugup tambah geregetan tambah ple’e! Anak X1 melawan kelas XII IPA 2. Denger denger sih XII IPA 2 mereka suka main kasar (aduhai). Halah bodo amat, baki hantaaaam pokoknya ! Di pertandingan terakhir ini (yang juga kesempatan terakhir) anak X1 harus menang. Supporter cewe X1 di pertandingan ini ga begitu ramai sih, entahlah pada kemana semuanya. Jadi yang tersisalah yang teriak teriak. Kali ini memakai triple toa. Nyuaring nyaaa. Sayang yel yel lagu kacul tak diperdendangkan karena anak cowo X1 melarang dengan alasan nanti mereka ga konsen (jahatnyaaaaa ). Yah begitulah jadinya, dengan triple toa plus scream meluncurlah kata ‘KACUL’ kira kira 10kali/menit. Setiap ada anak X1 yang terjatuh, tekipai, terpelanting, terpleset karena tersenggol lawan, terdengar teriakan-yang-seharusnya-tidak-boleh-didengar. Heboh dah, teriakannya lebih kenceng dibanding yang kemaren kemaren. Puncak dari segalanya dah. Akan tetapi sangat disayangkan, anak X1 kalah (eh bukan! Keberhasilan yang tertunda!). Score akhirnya XII IPA 2 (1-0) X1. Yang saya herankan ya, kenapa di setiap pertandingan anak X1 selalu saja ada score 1 ? Sepertinya memang jodoh .
Sehabis tanding, anak anak X1 pun berfoto bareng. Ga ada yang namanya kesedihan. Semuanya terganti oleh kebersamaan. Sampai Lapangan Pemuda sepi pun, anak anak X1 tak ada yang beranjak pulang. Semua sibuk ingin mengabadikan wajahnya dalam sebuah gambar. Akhirnya satu persatu dari mereka semua pulang. Pulang dengan senyum model selebar 3 jari :D.
Lusa setelah pertandingan itu, suara saya soek bengek serak parau pengau jelek banget dah pokoknya. Gak tanggung tanggung, semingguan lebih suara saya jelek begitu. Kea anak cowo dalam masa pubertas aja . *stooopp, nyerah, tanagn pengkor udah.



Love KACUL in every inch of my Heart ♥
--Rhanirhn

0 komentar:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir